Jakarta - Tidak ada nostalgia dalam benak Alfred Riedl saat Indonesia, yang sekarang ia tangani, bersua dengan Laos yang pernah dilatihnya. Riedl hanya fokus ke satu hal, mewujudkan kemenangan kedua untuk 'Merah Putih' di Piala AFF 2010.
Alfred Riedl pernah jadi pelatih timnas Laos. Menjelang laga Indonesia kontra Laos, Riedl yang kini menukangi 'Merah Putih' tak mau larut dalam nostalgia dan bahkan siap menyungkurkan mantan timnya tersebut.
Sebelum melatih Indonesia, Riedl menangani tim Laos pada SEA Games 2009. Di sebuah laga fase grup, Riedl membawa Laos mengalahkan Indonesia 2-0, yang juga menjadi salah satu penyebab tersingkirnya tim U-23 Indonesia.
Saat ini Laos ditangani David Booth dan sudah menampilkan performa apik kala menahan Thailand 2-2 di partai pembuka Grup A Piala AFF 2010. Penampilan itu tentu jadi sinyal waspada bagi Indonesia sebelum laga, Sabtu (4/12/2010) malam WIB. Riedl sendiri sudah mengakui kalau performa Laos telah meningkat pesat dan tak boleh diremehkan.
Meski demikian, Riedl tetap yakin dengan kemampuan para pemain Indonesia. Ia juga tidak mau tenggelam dalam nostalgia karena untuk saat ini hanya punya satu misi: mengalahkan Laos.
"Saya sangat menghormati Laos. Namun, saya tidak peduli lagi. Saya hanya ingin Indonesia menang," tegas pelatih asal Austria usai memimpin latihan timnas di lapangan C, Jumat (3/12/2010) pagi WIB.
"Laos cukup bagus pernah mengalahkan Indonesia di SEA Games. Mereka juga mampu menahan Thailand kemarin. Mereka memiliki dua penyerang bagus yaitu Lamnao Singto dan Khampeng Sayavutthi. Namun, tidak ada yang mustahil dalam sepak bola. Tim kita lebih baik. Saya yakin bisa memenangi pertandingan nanti," tegasnya.
Kemenangan atas Laos akan memastikan lolosnya Indonesia ke semifinal setelah di partai pertama fase grup berhasil memetik kemenangan atas Malaysia.
Wellcome
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat datang di blog saya. Semoga anda mendapat ilmu dari blog saya. Bagi teman-teman silahkan komen dan ramaikan blog saya. Jangan lupa untuk klik iklan sebagai donasi anda untuk blog saya.
Selamat datang di blog saya. Semoga anda mendapat ilmu dari blog saya. Bagi teman-teman silahkan komen dan ramaikan blog saya. Jangan lupa untuk klik iklan sebagai donasi anda untuk blog saya.
Sabtu, 04 Desember 2010
Ingat Nenek, Mourinho Anggap Hukuman UEFA Sebagai Medali
Madrid - Hukuman yang dijatuhkan oleh UEFA ternyata disambut Jose Mourinho dengan santai. Entrenador Real Madrid itu bahkan bukan menyebutnya hukuman melainkan sebuah medali.
Mourinho dijatuhi hukuman larangan menemani Madrid di dua pertandingan Eropa, kendati satu di antaranya masih berupa hukuman percobaan. Ini ia terima karena dinilai bersalah atas tuduhan menginstruksikan dua pemainnya mendapat kartu merah dengan sengaja saat melawan Ajax di matchday 5 Liga Champions.
"Aku melihat hukuman ini sebagai sebuah medali," komentar Mourinho di Reuters.
Dasar dari pandangan tersebut ternyata bermuara kepada petuah yang pernah didapat Mourinho dari mendiang neneknya, semasa ia masih kecil.
"Aku tidak akan berubah. Nenekku sudah lama tutup usia tapi aku ingat ia pernah bilang kepadaku saat aku masih kecil. 'Jika ada orang yang iri kepadamu, kamu harus bangga,' dan itulah yang kini menimpaku," paparnya santai.
Maka dari itu Mourinho pun mengaku bangga telah dapat hukuman karena menurutnya ini adalah indikasi bahwa dirinya dianggap memiliki "kelas" tersendiri dibandingkan pelatih lain.
"Aku senang ternyata ada satu aturan khusus untuk Jose Mourinho dan satu aturan lain untuk para pelatih lain. Ini merupakan hukuman bersejarah buatku. Merujuk kepada nasihat nenekku, ini adalah medali dan bukan hukuman."
"Aku tak boleh meninggalkan area teknis, lainnya boleh. Aku tak boleh mengambil bola yang diinginkan tim lawan, lainnya boleh. Aku tidak boleh bicara dengan ofisial keempat, lainnya boleh. Ini adalah medali, jadi aku tidak risau," pungkasnya.
Mourinho dijatuhi hukuman larangan menemani Madrid di dua pertandingan Eropa, kendati satu di antaranya masih berupa hukuman percobaan. Ini ia terima karena dinilai bersalah atas tuduhan menginstruksikan dua pemainnya mendapat kartu merah dengan sengaja saat melawan Ajax di matchday 5 Liga Champions.
"Aku melihat hukuman ini sebagai sebuah medali," komentar Mourinho di Reuters.
Dasar dari pandangan tersebut ternyata bermuara kepada petuah yang pernah didapat Mourinho dari mendiang neneknya, semasa ia masih kecil.
"Aku tidak akan berubah. Nenekku sudah lama tutup usia tapi aku ingat ia pernah bilang kepadaku saat aku masih kecil. 'Jika ada orang yang iri kepadamu, kamu harus bangga,' dan itulah yang kini menimpaku," paparnya santai.
Maka dari itu Mourinho pun mengaku bangga telah dapat hukuman karena menurutnya ini adalah indikasi bahwa dirinya dianggap memiliki "kelas" tersendiri dibandingkan pelatih lain.
"Aku senang ternyata ada satu aturan khusus untuk Jose Mourinho dan satu aturan lain untuk para pelatih lain. Ini merupakan hukuman bersejarah buatku. Merujuk kepada nasihat nenekku, ini adalah medali dan bukan hukuman."
"Aku tak boleh meninggalkan area teknis, lainnya boleh. Aku tak boleh mengambil bola yang diinginkan tim lawan, lainnya boleh. Aku tidak boleh bicara dengan ofisial keempat, lainnya boleh. Ini adalah medali, jadi aku tidak risau," pungkasnya.
Langganan:
Komentar (Atom)