Madrid - Hukuman yang dijatuhkan oleh UEFA ternyata disambut Jose Mourinho dengan santai. Entrenador Real Madrid itu bahkan bukan menyebutnya hukuman melainkan sebuah medali.
Mourinho dijatuhi hukuman larangan menemani Madrid di dua pertandingan Eropa, kendati satu di antaranya masih berupa hukuman percobaan. Ini ia terima karena dinilai bersalah atas tuduhan menginstruksikan dua pemainnya mendapat kartu merah dengan sengaja saat melawan Ajax di matchday 5 Liga Champions.
"Aku melihat hukuman ini sebagai sebuah medali," komentar Mourinho di Reuters.
Dasar dari pandangan tersebut ternyata bermuara kepada petuah yang pernah didapat Mourinho dari mendiang neneknya, semasa ia masih kecil.
"Aku tidak akan berubah. Nenekku sudah lama tutup usia tapi aku ingat ia pernah bilang kepadaku saat aku masih kecil. 'Jika ada orang yang iri kepadamu, kamu harus bangga,' dan itulah yang kini menimpaku," paparnya santai.
Maka dari itu Mourinho pun mengaku bangga telah dapat hukuman karena menurutnya ini adalah indikasi bahwa dirinya dianggap memiliki "kelas" tersendiri dibandingkan pelatih lain.
"Aku senang ternyata ada satu aturan khusus untuk Jose Mourinho dan satu aturan lain untuk para pelatih lain. Ini merupakan hukuman bersejarah buatku. Merujuk kepada nasihat nenekku, ini adalah medali dan bukan hukuman."
"Aku tak boleh meninggalkan area teknis, lainnya boleh. Aku tak boleh mengambil bola yang diinginkan tim lawan, lainnya boleh. Aku tidak boleh bicara dengan ofisial keempat, lainnya boleh. Ini adalah medali, jadi aku tidak risau," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar